24 November 2008

Tentang perubahan


Berdagang siomay yang telah dijalani selama hampir 25 tahun ternyata membuat seorang pedagang siomay mengeluh tentang pekerjaannya ini. Dia merasa jenuh berjualan siomay sebegitu lama. Dia rasa sudah begitu muak dengan jenis dagangannya yang hanya begitu-begitu saja. Siomay! Dia dan keluarganya sudah hapal betul rasa dan bagaimana meramu siomay ini. Hampir setiap hari dia dan keluarga sarapan, makan siang, makan malam bahkan untuk cemilan di sore haripun siomay itu yang selalu terhidang. Tapi inilah yang hanya dia bisa lakukan untuk menghidupi keluarganya dan semua pelanggannya suka. Terbukti dari waktu yang telah dijalani dalam berdagang siomay ini. Kejenuhan ini kian lama kian memuncak pada sepuluh tahun terakhir ini. Ingin rasanya berganti dagangannya. Beberapa jenis telah dia coba buat dan tawarkan. Tapi hampir sebagian besar pelanggannya tidak menyukainya. Malah setiap hari selalu datang para pelanggan baru yang ingin mencoba mencicipi siomay ini. Mereka mendambakan rasa dan sajian siomay yang lezat Mereka merasa dengan menikmati siomay itu selain mengenyangkan juga dapat merasakan kenikmatan yang luar biasa. Ditambah ketika menyantap hidangan siomay di suasana tempat berdagang itu, bisa menemukan kawan baru bahkan dunia! Lalu bagaimana melakoni kejenuhan yang mendera? Dia berpikir sejenak..... Tak ada yang lebih indah ketika bisa terus mencintai membuat siomay dan melayani orang-orang yang setiap saat membutuhkan siomay. Tak peduli kita muak, jenuh atau tidak. Lihat sekeliling banyak yang mengantri mencicipi siomay buatan kita.
Dan akhirnya dia memperbaharui cinta dan semangatnya setiap pagi! Menyambut dunia!

David Darmawan

2 komentar:

  1. Anonim24/11/08

    memang kita selalu merasa kurang... selalu menuntut apa yang kita mau dan selalu mengesampingkan apa yang orang lain mau. kadang kita, mereka dan dia selalu tertipu akan rumput hijau tetangga yang selalu tampak lebih hijau dibandingkan rumput di halaman kita sendiri... ya segitu lah kurang lebihnya.

    Bani-Posstheatron,Garut.

    BalasHapus
  2. Anonim24/11/08

    persoalanna, mun nu meuli siomay na euweh kumaha kang? that's the point... urg ngobrol ah kang.. iraha atuh?

    BalasHapus