29 November 2008

Menanam Pohon Mangga




















Ketika musim penghujan tiba. Seorang tua menggali lubang di halaman belakang rumahnya.

"Apa yang kau kerjakan?" tanya seorang tetangganya.

"Sedang menanam pohon mangga" jawabnya.

"Apakah mengharapkan dapat memakan buah dari pohon yang kau tanam itu?"sambung tetangganya lagi.

"Tidak. Saya tidak akan menunggu sebegitu lama untuk itu. Tetapi orang lain setelah aku yang akan memakannya.Itu telah aku nikmati pada waktu yang berlainan, bahwa mangga yang aku nikmati sepanjang hidupku itu telah ditanam oleh orang lain sebelum aku. Dan inilah bentuk ungkapan terima kasihku kepada mereka".

(de Mello)

Team Work













Pada suatu ketika anggota-anggota tubuh merasa sangat berang
terhadap perut. Mereka semua iri karena mereka harus menyediakan makanan dan membawanya ke perut, sementara perut sendiri tidak berbuat lain kecuali mencerna hasil jerih payah mereka.

Maka mereka memutuskan untuk tidak membawa lagi makanan ke perut. Tangan tidak mau mengangkat makanan ke mulut. Gigi tidak mau mengunyah lagi dan tenggorokan tidak mau menelan. Ini akan memaksa perut untuk melakukan sesuatu.

Namun hasil keputusan mereka hanyalah tubuh yang lemah,
begitu lemah sampai mereka berada dalam bahaya mati. Demikian akhirnya merekalah yang belajar bahwa dalam saling membantu mereka sebenarnya bekerja untuk kebaikan mereka sendiri.

(De Mello)

Masa sulit


Seseorang mengalami masa sulit.
Maka ia mulai
berdoa cara berikut:

"Tuhan, ingatlah tahun-tahun yang sudah lewat
aku mengabdi-Mu sebaik mungkin, tidak minta apa-apa sebagai balasan.
Sekarang aku sudah tua, bangkrut lagi.
Sekarang aku memohon kebajikanMu untuk pertama kalinya
di dalam hidupku dan aku yakin Engkau tidak akan berkata Tidak:
Biarlah aku menang lotre."

Hari lewat... lalu minggu...lalu bulan.
Tetapi tak terjadi sesuatu.
Akhirnya, hampir-hampir putus asa, ia berteriak :
"Mengapa aku tidakk Kau beri kesempatan
agar aku tidak sengsara. Biarkan aku menang lotre, Tuhan!"

Tiba-tiba terdengar suara Tuhan menjawab :
"Aku ingin membantumu.Berilah aku kesempatan juga.
Beli dulu lotrenya!"


(De Mello)

24 November 2008

Tentang perubahan


Berdagang siomay yang telah dijalani selama hampir 25 tahun ternyata membuat seorang pedagang siomay mengeluh tentang pekerjaannya ini. Dia merasa jenuh berjualan siomay sebegitu lama. Dia rasa sudah begitu muak dengan jenis dagangannya yang hanya begitu-begitu saja. Siomay! Dia dan keluarganya sudah hapal betul rasa dan bagaimana meramu siomay ini. Hampir setiap hari dia dan keluarga sarapan, makan siang, makan malam bahkan untuk cemilan di sore haripun siomay itu yang selalu terhidang. Tapi inilah yang hanya dia bisa lakukan untuk menghidupi keluarganya dan semua pelanggannya suka. Terbukti dari waktu yang telah dijalani dalam berdagang siomay ini. Kejenuhan ini kian lama kian memuncak pada sepuluh tahun terakhir ini. Ingin rasanya berganti dagangannya. Beberapa jenis telah dia coba buat dan tawarkan. Tapi hampir sebagian besar pelanggannya tidak menyukainya. Malah setiap hari selalu datang para pelanggan baru yang ingin mencoba mencicipi siomay ini. Mereka mendambakan rasa dan sajian siomay yang lezat Mereka merasa dengan menikmati siomay itu selain mengenyangkan juga dapat merasakan kenikmatan yang luar biasa. Ditambah ketika menyantap hidangan siomay di suasana tempat berdagang itu, bisa menemukan kawan baru bahkan dunia! Lalu bagaimana melakoni kejenuhan yang mendera? Dia berpikir sejenak..... Tak ada yang lebih indah ketika bisa terus mencintai membuat siomay dan melayani orang-orang yang setiap saat membutuhkan siomay. Tak peduli kita muak, jenuh atau tidak. Lihat sekeliling banyak yang mengantri mencicipi siomay buatan kita.
Dan akhirnya dia memperbaharui cinta dan semangatnya setiap pagi! Menyambut dunia!

David Darmawan

21 November 2008

Harap





Bicarakah awan terhadap lembayung...


biru dan hijau yang kami lihat....


Harap terbungkus dalam kepahitan....


rintik basah mulai mengering.....


tersirat dalam wajah yang riang.....


,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,


Rudy - Antena

19 November 2008


Berikan teduhmu...
dan
Ku sampaikan hangatku...

Langit yang dulu sendu
tak lagi mengejakan rindu

Gelap...gelap...pergilah
terang...terang...datanglah!


DCrow

17 November 2008

ini bukan puisi

pertama saya mau ucapkan selamat kepada anggota keluarga baru kita EVOLUSI.
semoga kalian bisa ngebuktiin semua harapan kalian dari nama ini.
kedua saya mau mencoba untuk terlibat lagi di kegiatan T'AH. ini memang janji saya yg belum terlaksana selama bertahun2 kemaren.
saya akan mendampingi TB sebagai ketua alumni untuk membimbing kegiatan2 di T'AH. untuk memfasilitasi ini saya udah bikin forum alumni di facebook.
jadi saya minta dukungan dari semua alumni dengan harapan T'AH akan menjadi lebih baik. bagi alumni yg mau berkontribusi silakan add saya di facebook dan kasi pesen kalo mu di add ke grup nya.
sementara itu saya akan mempersiapkan program T'AH sama TB, kalau udah ada hasil pasti saya posting disini.

sip

hangdimas
transisi

15 November 2008

no more rain..

no more rain..
no..
there's no 'me' in his life..
no more..
no more tears..
no more anger..
no more shout..
no more...

then why am I still here...?
why my feet couldnt moved?
why my eyes keep looking for him?
why my lips whispering his name?
why my brain just couldnt think...

calm down...
calm down my heart..
the storm will pass..
the wind will blow...
the sun will shine...

but still... I'm missing the rain

10 November 2008

All of my life


Unexpectedly you step into my life
Filling up the emptiness I can't hide
Brightens day as candle lights a darken night
On me an everlasting love you poured out

Ever burning,sweet flaming love we hold tight
Cherish each memory of us though we're apart
Yearn of that first kiss for our lips to touch
And warm embraces for a cold hollow night

A million miles away you are from me
Such painful reality we need to take
We're binded with wondrous love and bravest hope
Believing that you and I will finally meet

Feeling this love we found is paradise
Strong and giving as the sun gives moon its light
Magical it maybe how you've touch my heart
A love spell that bounds me for all of my life


Mae

08 November 2008

tertawa

pernahkah berpikir kalau tertawa itu mahal dan susah?

bukan tertawa ketika teman kita mengeluarkan lelucon yang ga lucu...tapi kita tetap tertawa biar dia tidak sakit hati...
bukan tertawa getir atow sendu ketika menemui masalah yang kita tidak tahu bagaimana cara mengatasinya..dan akhirnya hanya bisa tertawa...

bukan temanku...bukan tertawa seperti itu...

tapi tertawa yang lepas dan bahagia...
tertawa lho yah..bukan tersenyum...

tertawa dimana kita bisa melupakan segala susah, kecewa, sedih...tidak berpikir mengenai masa lalu atau masa depan...yang terpikir dan terasa hanyalah saat itu...momen itu.....
bahagia
senang


-Img/transisi-

07 November 2008

B.A.B.E
















dalam setiap perjalanan
tak nampak lagi keteduhan
yang biasanya tercurah tanpa diminta
ah....
telah ku bisikan mesra pelepas dahaga
namun dimanakah kau?

Kau yang hadir disana
sampaikan keteduhan itu
namun kau bawakan pelangi...

Lalu...

bagaimana merengkuhmu
ketika raga tak cukup mampu menyentuhmu?

d'Crow

d.e.p. pengisi ruang kamarku

ia adalah anugerah kehidupan api kecantikannya telah membakar ruang kamarku aku terus berlari dan berlindung dibalik bingkai fotonya
--suatu malam di rumah temu yang penuh dengan keindahan dan kedamaian, didalamnya tersimpan foto cantik perempuan sendu --
saudara-saudara jiwaku yang berontak, telah tahukah kalian tentang kebahagiaan hatiku ?
apakah aku harus dengan bangga tertawa angkuh dihadapan kalian ?
apakah aku harus berlarian dan berteriak keras dihadapan kalian ?
ataukah aku harus ceritakan tentang pakaian hitam yang selalu aku kenakan ?
baiklah akan aku ceritakan tentang kebahagiaan hatiku.
nah, sebelum mulai bercerita; dilemari sana dapat kalian lihat foto seorang wanita cantik. lihatlah, pandangilah dengan seksama. lihatlah ranum pipinya, dan indah bola matanya.
sekarang aku akan ceritakan ihwal kehidupannya yang membuat aku terus berbahagia dan kegirangan di balik bingkai fotonya.
suatu malam dipusat kota Bandung, seperti biasa di akhir bulan oktober angin semilir menyelimuti kota ini.
aku sedang terbaring didalam kamarku yang mulai menyesakkan.
dibawah langit-langit kamarku yang mulai rapuh, aku mulai terlelap tidur.
dalam tidur lelapku aku bermimpi menemukan sari-sari indah wajah perempuan cantik itu.
yang membuat aku heran, perempuan itu telah hadir dimimpiku untuk kesekian kalinya.
saat itu aku terbangun dan berkata dalam tanya
"perempuan cantik itu, kenapa harus ia yang aku jumpai dalam tidurku?".
lalu dalam pikirku keluar kata "perempuan itu bukan hanya cantik, tetapi ia memang tercipta untuk hadir dalam tidur mu".
tetapi mengapa dia datang hanya dalam tidurku saja?
pikirku kembali menjawab "dia tidak hanya datang dalam mimpimu, sebenarnya ia datang di setiap detik hidup mu".
betulkah ?
lagi-lagi otakku memberi jawaban "betul sekali, hanya saja kamu malas untuk mengakuinya, kamu sepertinya enggan untuk mengatakannya, kamu sebenarnya segan untuk membenarkannya, kamu sebenarnya masih mengagungkan keakuan mu".
lalu apa yang harus aku lakukan ?
pikirku menjawab lagi dengan nada yang meninggi
"jangan pernah malas mengakuinya, jangan pernah enggan mengatakannya, jangan sesekali segan membenarkannya, dan jangan terlalu merasa agung dengan keakuan mu".
"baiklah jika memang itu yang harus aku lakukan, aku akan melakukannya. aku tak akan malu untuk mengakuinya, aku tak akan enggan mengatakannya, dan aku akan membuang semua keakuanku !".
hingga mulai fajar aku tetap termenung di atas ranjangku yang mulai membatu.
pikirku berkata lagi
"wahai jiwa yang memberontak jika kamu memang akan membuang keakuanmu, buanglah dan jangan biarkan ia menggerogoti kembali ruang kalbumu. sekarang kau carilah perempuan itu dan cari tahulah tentang dirinya !".
aku pergi dari ruang kamarku dan melangkah dengan kepastian dan jiwa yang merdeka.
siang itu, kutemui perempuan itu, kutanyakan padanya tentang dirinya. kemudian dengan serta merta ia telah berhasil membongkar topeng ketidaktahuanku.
ketika ia melemparkan senyumnya, itulah saat-saat yang paling indah bagiku; saat sang waktu menelan bulat-bulat ragaku, saat air memecah batu, saat lilin diberi nyala api.
ia kemudian terduduk diatas rumput dan membalas semua tanyaku, "akulah sang dewi waktu yang akan menjemput jiwa-jiwamu dan menghapus kutukanmu, dimanakah aku harus menjemputmu nanti, wahai jiwa terselubung sendu ?".
aku menjawab, meski dengan terengah karena wangi nafasnya telah menyedot suaraku "kau tak usah menjemputku, karena setelah tahu siapa engkau aku akan dengan serta merta mencari keberadaanmu dalam kabut ruang hati ku".
selang waktu berikutnya kutemui lagi perempuan cantik itu di lembah tempat Kais si gila menemukan cintanya.
hal itu terulang sampai beribu-ribu selang waktu berikutnya.
di sudut ruang kamarku ini perempuan itu pernah menginjakkan kakinya dan menebar tawanya.
di sudut ruang kamarku ini pula aku pernah berbisik dalam doaku, semoga Tuhan Sang Pengatur Waktu dapat mengekalkan perkenalanku dengannya.
sejenak setelah Tuhan mengabulkan doaku dan mengekalkan perkenalanku dengan perempuan itu aku makin yakin bahwa suatu saat Ia akan melepaskan kutukanku melalui perempuan itu juga.
hari itu di awal bulan november aku menemuinya dilembah tempat ia bersemayam. aku datang beserta ranumnya buah kehidupan.
"ini aku, tataplah mataku dan kenalilah siapa aku dan apa artinya aku bagi hidupku !" dari balik semak-semak di lembah itu kudengar suaranya. "kaulah sang hidup, dan aku terlahir untuk melepas kutukanmu !"
begitu seterusnya hingga ia selalu hadir disela-sela ruang kamarku.
meski pada akhirnya aku jarang menjumpainya, karena aku menganggap bahwa ia adalah anugerah kehidupan. pertemuan terus menerus dan rayuan-rayuan sendu, lama kelamaan hanya akan menghapuskan kesejatiannya.
begitulah ihwal perempuan itu yang membuat aku selalu kegirangan dan pada akhirnya ia menjadi bagian dari cerita hidupku.
nah, saudara-saudara itulah ceritaku
dan maafkan bila aku berbicara terlalu panjang.

bandung, 27 januari 2001
anggawedhaswara















Kemarin angin datang
membisikan tentang kerinduanku
pagi tadi sinar surya menyapaku
'kau telah kehilangan wajah'

asal kau tahu saja....
sejak lama aku memang tak punya jiwa
telah ku bagikan dengan dunia.

d'Crow

06 November 2008

Di tangan kita!


di tangan kita...
bukan Amrozi cs!
bukan Obama!
bukan televisi!

Kita!

04 November 2008

KU SIMPAN ... BUAT NANTI!















Bulan sepotong terpanggang matahari
dibiarkannya menguap menuju mati.
Angin sepotong digerus hati.
menghilang tanpa punya arti.
Wajahku sepotong penuh duri
tertusuk ketika mengejar hari.
Tapi....
ku simpan...buat nanti!

(ketika aku bertemu denganNya)


D'Crow

Jejak Langkah












JEJAK LANGKAH


Suatu hari aku berjalan di pantai bersama Tuhan.

Pada setiap episode perjalanananku yang penuh dengan anugrah yang diberikanNya untukku.
Ku lihat dua pasang jejak kaki di hamparan pasir di pantai. Sepasang jejak kakiku dan sepasang lagi jejak kaki Tuhan.

Tetapi....


Ketika episode kelam dalam kehidupanku, aku melihat hanya ada sepasang jejak kaki saja di pasir pantai.Tuhan telah meninggalkanku....Lalu aku bertanya kepada Tuhan: "Tuhan, mengapa kau meninggalkanku di saat aku sangat membutuhkanmu!"

Kata Tuhan :

"Kau begitu istimewa. Aku tak pernah meninggalkanmu di kala kekelaman melanda hari-harimu. Jika kau hanya melihat sepasang jejak kaki saja di pantai...itu karena Aku menggendongmu!"